Category Archives: Puisi Sajak

Tak Dapat Kurasakan

rembulan tak tampak di langit yang kelam

dihadapanku bintang-bintang redup berkerlip

hati remuk akan emosi kesedihan

 

cinta telah pergi yang menyisakan nestapa

saus tomet nan manis tak lagi terasa pada lidah

sodapun terasa layak air putih biasa

 

begitu sulit kini senyuman tuk ku lakukan

hanya satu tanya yang tersisa

akankah ada lanjutan untuk kata KITA?

2 Komentar

Filed under Puisi Sajak

Masih Adakah Hari Esok Untuk Kita

Setiap kulewati jalan itu tak kuasa kepalaku menoleh

Jalan yang lama tak kulalui ketika temaram rembulan hiasi keceriaan untuk temui kau dimalam minggu

Jalan yang lama tak kulalui ditemani cahaya mentari hanya tuk mengantarmu

Tak sadar ketika ku hentikan motorku hanya tuk memandang jalan itu

Jalan dimana pertama kali ku berjumpa denganmu

Melihat anugerah dari Tuhan akan dirimu

Di ujung jalan itu kau berdiri, tersenyum manis

dikala aku dan kamu masih enggan tuk berbicara

hanya senyuman yang tercipta

Aku menoleh ke jalan itu

hanya untuk sebuah hal yang mustahil akan terjadi

kau berdiri disana, tersenyum manis padaku seperti pertama kali kita berjumpa

Ada satu besit harapan,

Ada satu kata tanya,

Ada satu yang mengganjal jiwa,

Masih adakah hari esok untuk kita poy? Antara aku dan kamu untuk kembali bersama……

20062011, My Lovely Room

1 Komentar

Filed under Puisi Sajak

Kecacatan

aku tak pernah minta tuk menerima sebuah kecacatan

namun itulah hidup

tak semua yang ku inginkan ada, dan tak semua yang tak ku inginkan dapat pergi

ku memang cacat, tapi cacat yang masih memiliki asa

ku memang memiliki kecacatan yang tapi ku tahu masih ada yang bisa mengerti kecacatanku

🙂

6 Komentar

Filed under Coretan Pribadi, Puisi Sajak

Putaran Hidup

ku terjatuh dalam rapuh, menguntit keteledoran yang terulang

ku berdiri dalam sendiri, menatap kebodohan yang menyakitkan

ku berjalan dalam khayalan, menggubris kenyataan

ku berlari dalam kepergian, menekankan sebuah sandungan yang membuatku akan terjatuh, merapuh, beridiri, sendiri, berjalan, khayalan, kemudian siap tuk kembali berlari

4 Komentar

Filed under Coretan Pribadi, Puisi Sajak

Ulang tahun Cinta

ada yang bilang cinta yang sempurna adalah cinta yang tak pamrih,,,

ada yang katakan cinta yang kekal adalah cinta hanya kepada satu pasangan,,,

namun,,,

cinta hanyalah sebuah topeng yang menutupi nafsu,,,

sedangkan nafsu adalah topeng bagi iblis,,,

karenanya tak percaya aku dengan cinta,,,

namun semua topeng itu tak bisa menutupi rasa cinta,,,

cinta yang ibu berikan kepada semua anaknya,,,,

karena cinta itu akan selalu terikat dalam nadi,,,

Happy B’day ya bu…… semoga ibu selalu diberi kesehatan dan sanggup menghadapai anakmu ini…….

9 Komentar

Filed under Coretan Pribadi, Puisi Sajak

s.a.y.a.t.a.n

sebuah sayatan kembali hiasi hati
sayatan yang begitu dalam dan menyakitkan
rasa yang tercabik
rasa yang terperih
yang pernah dirasa

sudah kau hentikan nadiku
sudah kau putus aliran syaraf normal
kau buang rasa yang telah menancap begitu dalam

batin berontak
hati terlepas
merasakan indahnya sebuah sayatan asmara yang membuat lumpuh

rasa telah kau tinggal
tinggal kini ku terduduk menahan sayatan yang telah kau berikan

hingga suatu saat bisa ku pergi tuk mematikan rasa sayatan ini
pergi tuk dapat menjahitnya kembali menjadi sebuah luka

4 Komentar

Filed under Coretan Pribadi, Puisi Sajak

Bara Tulisan

ketika rembulan menggantikan kehadiran hangatnya mentari

semua semakin terlelap dalam alunan melodi mimpi

rembulan yang dengan genitnya menilik dari balik himpitan awan sisa keteduhan rintik hujan

membuat temaram syahdu malam semakin membuat buaian alam bawah sadar

 

aku langkahkan jemari diatas papan ketik

mebentuk rangkaian kata-kata yang bahkan ku tak mengerti

tapi aku tahu jikas semua yang terpatri dalam layar adalah hasil karyaku

karya dari aliran pikiran dan kata hatiku

 

mata terasa berat, namun jemari tak semakin berat

seperti sedang menikmati melodi yang terus berputar

hingga kata-kata semakin menumpuk untuk disatukan

Tinggalkan komentar

Filed under Coretan Pribadi, Puisi Sajak