Mari Mencontek

Hampir pasti setiap orang di dunia ini pernah mencontek, dan mungkin salah satunya teman-teman yang sedang membaca artikel ini. Walau teman-teman bilang tidak pernah melakukan hal itu, pasti pada kenyataannya teman-teman pernah melakukan tindakan mencontek baik dalam keadaaan sadar maupun tidak.

Pasti sebagian dari kita pernah melihat blog lain lalu ingin seperti itu, dan cara paling sederhananya adalah copy paste. Sebenarnya kita mampu membuat blog seperti itu asalkan kita tahu bagaimana cara mencontek yang benar. Ibarat kita mau nyalip mobil kita kan pasti berada di belakang mobil dahulu, kita harus melihat arah traffic dari arah yang berlawanan serta cara sang pengendara membawa mobilnya dan  baru ketika mendapatkan kesempatan dan posisi yang matang kita dapat menyalipnya.

Bukan maksud saya untuk mengajak atau mengajarkan tata cara mencontek, namun yang saya maksud mencontek disini adalah seni dalam mempelajari bagaimana orang lain dapat sukses dan kita contek cara mereka supaya kita juga dapat meraih hasil yang lebih baik, ketimbang sebelum kita melakukan mencontek.

Bagi sebagian orang mencontek adalah hal yang sangat tabu karena banyak persepsi dari orang-orang kalau mencontek adalah suatu hal yang merugikan orang lain atau curang, dan saya tidak mengajarkan hal itu.

Teman-teman mungkin pernah menonton film Catatan Akhir Sekolah alias CAS (kalau belum nonton juga gapapa) ada adegan wawancara yang dilakukan oleh A3 (Arian, Agni, Alde). Pada adegan tersebut sang teman yang jago fisikanya tersebut berpendapat setelah mendapatkan pertanyaan tentang mencontek.

“kan sebenarnya ketika mencontek kita membaca dan berusaha memahami dari contekan itu, berartikan sebenarnya tanpa sadar kita sedang belajar”

yah kurang lebih dialognya seperti itu, mav yah kalo salah karena kan bukan saya yang pegang skrip dialognya-nya.hehehehe🙂. Namun yang saya ingin garis bawahi adalah, banyak mencontek digunakan dalam hal yang negatif, seperti ketika ujian terus kita bawa catatan. Nah dalam persepsi seperti ini yang salah menurut saya.

Karena menurut saya pada dasarnya mencontek itu merupakan pembelajaran terhadap hidup kita sendiri, dan bagi yang tahu cara mencontek yang benar ya dengan memperlajarinya bukan dengan menelannya bulat-bulat.  Mari terapkan mencontek dengan melihat- mempelajari-memahami-kembangkan.

Setiap kehidupan pasti berpasangan ada hitam ada putih ada yang batil dan tidak, semuanya kembali kepada diri personal masing-masing. Apakah dia ingin memanfaatkanya untuk hal yang positif atau negatif.

Sekali lagi ini bukan pembelajar tata cara MENCONTEK untuk hal negatif

supported by Increase Your Traffic With Klikrar

2 Komentar

Filed under Coretan Pribadi, Ngeblog, Tips

2 responses to “Mari Mencontek

  1. Terkait tema diatas di dunia maya …
    sepanjang tdk merugikan, tetap cantumkan nara-sumber, tdk meng-claim sbg hasil karya sendiri atas karya orang lain, minta izin terlebih dulu … masih ‘wajar’.

    Ada cerita sekilas.
    * Tanpa sengaja, temukan gambar sy digunakan seseorang. Sayangnya, nama sy diganti namanya. Dia tdk pernah minta izin.
    * Meng’hidup’kan tulisan pada gambar, adalah baru bertahun lalu. Sy tdk tahu apakah karakteristik sy yg aneh sendiri itu jadi pembuka jalan? Pastinya di masa tsb, merasa sendirian dg karya atau gaya penulisan artikel.
    Seseorang terang2an mengkritik gaya penulisan sy, katanya mendayu & cengeng … Setahun kemudian blognya dipenuhi gaya tulisan yg pernah dikritiknya.
    Kini sy merasa betapa banyak kawan se-ide dalam menghidupkan tulisan pada gambar (salah satu contoh ada pada header di blog sy)
    * di dunia nyata, cara berpakaian (muslim) sy pernah dicerca habis. Kebetulan fashion menjadi kesibukkan dimasa tsb. Lewat tahun, mode yg sy ‘terap’kan menjadi in hingga kini.

    Salam kenal ya, terima-kasih silahturahminya.

    • tul sekali mbak…….
      tentang ceritanya sekilasnya lucu juga….terutama dibagian kedua….berarti mbak patut bangga tanpa sadar dia telah menjadi plagiat seperti artikel-artikel yang mbak buat….dan menurut saya gaya penulisan seperti ini ga bisa sembarang orang yang melakukannya…… karena harus memiliki ikatan batin emosional pada tulisan…….😀 (sok tua saya)

      salam kenal kembali…..dan jangan sungkan” tuk kembali lagi yah…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s