WATERBIRTH

Zaman dahulu melahirkan adalah suatu kejadian yang sangat sakral dan menakutkan, bagaimana tidak? banyak para ibu yang meninggal ketika sedang melahirkan. Namun seiring perputaran zaman, kemajuan teknologi, serta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang persalinan maka ditemukan metode baru dalam melahirkan, yaitu waterbirth. Apa itu waterbirth?

Rasa sakit yang teramat sangat tentu menjadikan melahirkan itu adalah sebuah upaya antara hidup dan mati. Namun kini telah ditemukan metode yang mampu mengatasinya, ya dengan metode waterbirth proses ini sendiri memang diciptakan untuk mengurangi rasa sakit ketika melahirkan. Waterbirth pertama kali di kenal pada tahun 1960 berkat hasil penelitian seorang ilmuwan Rusia yang bernama Igor Charkovsky yang kemudian dikembangkan oleh seorang dokter kandungan asal Perancis, Frederick Leboyer pada akhir tahun 1960, selain dapat mengurangi rasa sakit saat melahirkan ini juga dapat mengurangi trauma si bayi ketika keluar dari rahim untuk menyesuaikan kondisi pada keadaan yang baru.

Kemudian metode ini terus dikembangkan oleh Michel Odent dimana dia menggunakan kolam dengan air hangat yang memiliki suhu semirip mungkin dengan suhu dari sang ibu dan dibuat semirip mungkin dengan persalinan normal.

Di Indonesia sendiri persalinan dengan metode ini sendiri baru dikenal pada tahun 2006 yang dilakukan oleh seorang ibu bernama Liz Adianti yang dimana dia sangat penasaran dengan metode ini. Saat ini hanya beberapa Rumah Sakit yang menerapkan metode ini diantaranya RS MMC dan Sam Marie di Jakarta, serta sebuah klinik bersalin di Ubud, Bali

Keuntungan Melakukan Water Birth

Bagi ibu, melahirkan dengan cara water birth dapat mengurangi rasa sakit selama masa kontraksi sampai pada proses persalinan. Air yang hangat dapat membuat kulit vagina menjadi lebih elastis sehingga proses persalinan dapat berjalan lebih lancar dan lebih cepat, biasanya antara 1-2 jam.

Bagi bayi, air hangat pada kolam dapat mengurangi stres pada bayi dalam “bertemu” dengan dunia yang luar. Rasa hangat dari air kolam membantunya beradaptasi secara perlahan dengan lingkungan diluar rahim sang ibu, mengingat selama berada dalam rahim si bayi juga berenang dalam air ketuban ibunya. Bayi yang dilahirkan dengan metode water birth biasanya tidak menangis, menurut pakar hal ini disebabkan bayi tersebut belum sadar bila dirinya sekarang berada di luar rahim, mengingat proses persalinannya mengkondisikan bayi seperti pada saat di dalam rahim.

Metode ini sangatlah aman karena menurut catatan kedokteranpun belum tercatat ada bayi yang meninggal dengan metode ini. Mungkin anda memiliki pertanyaan mengapa bayi tidak tersedak padahal di dalam air? Alaminya selama 9 bulan di dalam rahim bayi terendam di dalam air ketuban jadi ketika keluar pun tidak langsung melakukan pernapasan yang membuatnya tersedak karena dia masih terbiasa dengan kehidupan di dalam air.

Berdasarkan pencarian yang saya lakukan biaya yang dibutuhkan untuk melahirkan dengan metode ini tidak main-main yaitu sekitar 20juta-an di Rs Sean Marry (klinik) di kebayoran baru, dan Jakarta Medical Centre, warung buncit.

Apakah anda ingin mencobanya…..?

Tinggalkan komentar

Filed under Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s