Indonesia dilahirkan untuk Sepak Bola

Sangatlah nyata ketika saya mengatakan Indonesia terlahir sebagai negara sepak bola, mengapa tidak?

Coba kita tilik berapa besar jumlah penduduk yang hidup di negara Indonesia tercinta ini dan kita tarik garis lurus dengan minat mereka,  mayoritas dari hasil penarikan garis lurus tersebut memilih olahraga sepak bola. Sepak bola-lah yang mampu menghasilkan uforia kegembiraan di Tanah Indoneisa, tentunya bukan maksud menjelekkan olahraga lain.

Namun dengan potensi besar dari masalah kependudukan yang padat dan minat yang begitu tinggi dari masyarakat terhadap sepak bola patut kita pertanyakan, mengapa kita tidak dapat seperti beberapa tahun silam dimana kita dapat mendengar keseganan negara-negara luar terhadap sepak bola kita. Tidak hanya di Asia Tenggara bahkan Asia dan Dunia pun mampu di buat segan oleh Indonesia hingga melekatlah kata-kata mutiara “Macan Asia”, namun mengapa semakin kesini sepak bola Indonesia kian terpuruk? jangankan untuk menancapkan cakarnya memperlihatkan taringnya saja sulit layaknya macan yang sudah lapuk karena tak memiliki taring dan hanya bisa mengaum untuk menjadi Tuan Rumah PPD 2022.

Sebuah impian sangatlah penting bagi sebuah hal, namun kita perlu mengkaji kembali apakah impian tersebut memang pantas di realisasikan atau hanya akan jadi impian yang sulit tuk tergapai. mestinya kita sadar dahulu bagaimana kegiatan kompetisi lokal yang yang masih terseok-seok dalam menjalankan roda kompetisi karena minimnya dana dan beberapa faktor lainnya.

Harusnya kita berkaca kepada Jepang mereka mulai melakukan kompetisi profeisonal ketika menjadi J.League pada tahun 1993 dan mampu mengkangkangi prestasi Indonesia dimana mereka mampu tampil untuk pertama kali di PPD 2008(baca lebih lanjut sejarah J.League disini) bahkan umur tim-tim profesional mereka lebih muda ketimbang umur tim-tim yang bermain di Indonesia, lalu bandingkan negara kita yang hingga saat ini masih terus menerus mengganti format kompetisi dari namanya Perserikatan dan Galatama hingga terakhir ISL(Indonesia Super League). Baca lebih lanjut sejarah liga Indonesia disini. Hampir dipastikan kita kalah jauh dalam hal peringkat di FIFA saja Jepang berada diperingkat 40 dan Indonesia 129 bulan lalu.

Cobalah kita selesaikan masalah yang mendasar dahulu, karena kerjasama dan organisasi dalam timlah yang terpenting, benahi fasilitas-fasilitas penunjang seperti kelayakan stadion, karena tidak sedikit stadion-stadion di Indonesia yang dibawah standar kelayakan , kemudian masalah internal dalam hal keuangan sebuah klub yang berkompetisi. Dan yang tidak kalah penting adalah dukungan pemerintah dalam memajukan perkembangan sepak bola Indonesia. Atau bila perlu tak usah kita malu mencontoh bagaimana Jepang dalam umur sepak bolanya yang lebih muda mampu menjadi salah satu yang terbaik di Asia.

Memang bicara dan menulis itu mudah tapi yang terpenting kita semua ingin Sepak Bola Indonesia berjalan ke arah yang sangat baik dan mampu menancapkan cakar dan taringnya bukan saja di Asia namun Dunia.

2 Komentar

Filed under Coretan Pribadi, Sport

2 responses to “Indonesia dilahirkan untuk Sepak Bola

  1. dhevy

    yang dr Jepang itu maksudnya nya Captain Tsubatsa iia chik ??? hehehheeh piss ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s