Menulis

Dering mesin air dalam kamar membuatku terbangun sudah hampir pasti setiap pagi terbangun karena dia. Suaranya yang nyaring dan memekakkan telinga membuat saya terbangun dan mau tidak mau saya harus bersiap melakukan aktifitas setiap hari dengan raungannya. Dalam keadaan setengah sadar dan terhuyung saya hempaskan tubuh ke kursi membuat  kerinduan akan hangatnya berkutat dengan selimut serta empuknya kasur. Namun kampus sudah menantikan kedatangan salah satu mahasiswa terbaik dari satu”nya mahasiswa di kampus tersebut.

Selesai mengumpulkan sembilan nyawa, langsung saja handuk saya sambar tuk memulai kegiatan yang saya sebut pembenahan diri karena disini kita berusaha agar dapat tampil bersih alias mandi. Seselesainya mandi yang  menjadi panggung berekspresi, kalau kata band Jamrud bikin “burung tetangga jadi kabur” merupakan suatu kepuasan batin.

Tak langsung menuju kamar untuk mengeringkan diri lebih lanjut, tak sengaja terambil bungkusan kopi sachet yang berada dalam rak di dapur dan langsung diolah dengan menyeduhnya dengan air panas, dengan harapan mata kian terbuka untuk menatap dunia.

Berpakaian dengan rapi lalu  menyalakan komputer, menyempatkan diri untuk menulis beberapa lembar kata yang tidak jelas arti dan asal muasalnya, namun saya coba rangkai, menjadi sebuah coretan pribadi. Saya seruput kopi panas yang sudah tak sabar untuk diminum yang membuat mata kian lebar, bukan karena kandungan kafeinnya namun karena panasnya air dari kopi tersebut yang membuatku tersadar ini kopi panas bukan es kopi.hahaha

Saya memang bukan orang yang memilki tingkat intelegensial yang tinggi dan rajin namun saya juga bukan seorang pemalas yang hanya berpangku tangan sambil kepala tersandar pada sebuah bantal. Saya akan melakukan sesuatu jika memang saya ingin melakukan hal tersebut. Saya tak peduli apa yang ada dikepala anda namun saya peduli bahwa anda adalah orang yang rajin untuk membuka internet walau hanya sekedar masuk ke jejaringan sosial atau untuk mencari berbagai info yang memang anda cari. Namun bagi saya menulis tetaplah suatu hal yang mengasikkan tentunya.

4 Komentar

Filed under Coretan Pribadi

4 responses to “Menulis

  1. Sangat setuju. Tetaplah menulis bahkan dalam keadaan kosong. Teruslah tuangkan gagasan itu dengan caramu dan biarkan dunia mendengarmu

    • ghezwayz

      iah betul”…..semoga apa yang kita tulis bisa bermanfaat dan merubah dunia….n jangan bosen” tuk kembali……

  2. dyahkrisnawatitindyarto

    wuuuih…bagus bgt rangkaian kata-katanya…..!!!gw setuju bgt,tetap lakukan sesuai keinginan hati elo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s